Hakim Bao (999-1062)
Bao Zheng (999-1062) adalah seorang hakim dan negarawan terkenal pada jaman Dinasti Song Utara. Karena kejujurannya dia mendapat julukan Bao Qingtian yang berarti Bao si langit biru, sebuah nama pujian bagi pejabat bersih. Musuh-musuhnya menjulukinya Bao Heizi yang artinya si hitam Bao karena warna kulitnya yang gelap. Nama kehormatannya adalah Xiren.
Suatu ketika, seorang anak bernama Jak Cun, terdakwa di pengadilan. Dia terbukti mencuri satu ekor ayam, melalui penyelidikan dan pengakuan saksi-saksi yang jujur. Hukum positif menyatakan orang yang terbukti mencuri seekor ayam, harus dijatuhi hukuman tiga bulan kurungan.
Tapi apa yang terjadi, Hakim Bao dengan berani membebaskan Jak Cun. Semua yang ada di pengadilan, terperangah dan heran. Keluarga yang kecurian ayam, bersungut-sungut. Tapi karena terkenal bijaksana, orang-orang mulai tenang. Keputusan Hakim Bao, didasarkan kepada, bahwa Jak Cun dibebaskan karena alasan tertentu, motif tertentu, dan bukan untuk kepentingannya sendiri, sehingga dia mencuri. Itulah kebijaksanaan.
Kebijaksanaan melampaui fakta-fakta;
Kebijaksanaan melampaui aturan;
Melampaui hukum;
Melampaui pengetahuan sementara;
Bahkan, melampaui kebenaran (hukum);
Tapi kebijaksanaan selalu bertautan dengan pengetahuan, pengertian, akal budi, dan hati. Sekarang ini akan sangat sulit, mungkin mustahil menjadi bijak tanpa pengetahuan. Umpama dalam kebijaksanaan tadi, Hakim Bao sudah mengetahui lebih daripada hukum dan dan seluk-beluknya, bahkan kebenaran. Hakim Bao sudah mengetahui lebih luas dengan perspektif yang luas juga.





